Ekonomi

"Mbak, ada koran?" Ibu sepuh itu menghentikan langkah sang pramugari.
"Ada, Ibu. Saya ambilkan dulu, ya. Ibu duduk dulu saja," Prita bergegas ke belakang kabin.

"Pegel, Mbak, kalau duduk terus," keluh si ibu saat Prita kembali.
"Sabar, Ibu. Perjalanan Surabaya-Jeddah memang lama. Silakan, ini korannya."
"Kalau gitu saya tiduran dulu boleh, Mbak?"
"Oh, silakan, Ibu."
"Betul, nggak papa? Makasih, ya, Mbak."

Gambar dari http://mobile.lintasgayo.co/2014/06/20/tabloid-lintasgayo-bacaan-penumpang-pesawat-susi-air

Lima menit kemudian.

"Prit. Ibu itu tadi. Lihat, deh!" seru Anis tertahan.
"Kenapa?"
"Lihat aja!"

"Ibu, maaf, jangan tiduran di situ. Bahaya."
"Lho, tadi katanya boleh."
"Iya, Ibu. Boleh, tapi di tempat duduk, bukan di bawah."
Si ibu bangun dan duduk dengan bingung.
"Tapi ini kelas ekonomi, kan, Mbak?"

Monday Flash Fiction prompt #83 Di Dalam Pesawat

Komentar

  1. nggak ngerti

    mungkin karena saya nggak tahu bedanya kelas ekonomi apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebiasaan naik kereta mas. Kl di kereta kan bisa tiduran di bawah beralaskan koran.

      Hapus
  2. tapi ini kelas ekonomi pesawat bu, bukan kereta api :D

    BalasHapus
  3. Sekarang, KAI kelas ekonomi, tiduran di bawah sudah ditegur.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#FFRabu - Telat

Hubungan Segitiga

Jalan Haram