#FFRabu - Menutupi Malu

"Aw! Terlalu kencang, Pak."
"Oh, maaf," Pak Wardi mengendorkan ikatan stagen.

"Segini?"
"Kurang, Pak."
"Coba kecilkan perutnya dulu. Biar nanti pas," saran Pak Wardi.

"Ya, betul begitu, Mas Indra. Saya kunci stagennya, ya."
"Ya, Pak."
"Nah. Sudah."

"Atasannya, Pak?"
"Nggak pakai, Mas. Kan ini gaya Jogja basahan. Nggak pakai baju."
"Waduh ... malu dong, Pak."
"Lha gimana, permintaan calon ibu mertua Mas begitu."
"Iya, sih, Pak."

"Lha daripada Mbak Saras yang malu? Sudah berapa bulan to, Mas?"
"Nggak tahu, Pak. Terakhir saya sama Saras ngelakuinnya sebelum Ujian Nasional."

Menjawab tantangan #FFRabu: Hamil

Komentar

  1. Waduh..... nikah muda ya
    MBA

    dan itu 50% fiksi
    maksudnya apa mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas. MBA.
      50% maksudnya kejadian seperti itu ada betulan tapi di cerita ini saya campuri fiksi. Jadi fakta:fiksi = 50:50 gitu.

      Hapus
    2. oh begitu ya mbak

      kirain apa

      Hapus
  2. hahaha...kasihan banget ini mah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih mbak. Tapi ya salahnya sendiri.

      Hapus
  3. waduh, menikah gara2 MBA. Kasihan...

    BalasHapus
  4. walah hamil rupanya -__-
    semoga dijauhkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#FFRabu - Telat

Hubungan Segitiga

Jalan Haram